Waspada Serangan Serangga Tomcat

Waspada Serangan Serangga Tomcat - Belakangan ini Indonesia dihebohkan dengan adanya serangga tomcat yang membuat warga di Surabaya cemas. Serangga yang disebut dengan Tomcat atau kumbang Rove ini bisa dibilang sangat berbahaya. Racun yang dikeluarkan tomcat diyakini lebih ganas dari serangan ular cobra. Cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh makhluk kecil ini adalah cairan hemolimf atau toksin yang disebut sebagai aederin. Gatal hingga nanah bening adalah efek yang akan ditimbulkan jika anda dihinggapi oleh serangga Tomcat.


Serangga Tomcat ini hidup di hutan mangrove, jika hewan ini menyerang kota, hal tersebut dikarenakan habitatnya diperkirakan telah rusak. Di lingkungan aslinya, Tomcat adalah makanan untuk burung. Jika populasi burung menurun, bisa dipastikan jumlah Tomcat juga akan semakin meningkat dan tak terkontrol. serangga Tomcat sangat tertarik dengan cahaya lampu dan kawasan semak. Karena itu, warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi meyebarnya populasi Tomcat tersebut. Hal yang mungkin bisa menanggulangi masalah ini adalah dengan penyemprotan pestisida nabati.

Jika serangga tomcat menyentuh anda, hewan ini tidaklah menggigit. Hewan tersebut akan mengeluarkan cairan jika bersentuhan dengan kulit manusia. Gejala awal muncul dikulit berupa kemerahan dan sensasi terbakar. Lalu akan terasa gatal hingga ustula atau bintil bernanah yang bisa meluas serta melepuhnya kulit. Hindari menggaruk luka karena bisa meluas kebagian kulit lainnya. Penyembuhan tergantung dari parahnya luka.

Racun tomcat juga bisa melekat di baju, handuk atau pakaian manusia. Dan jika terkena hewan ini, maka dianjurkan jangan menggaruk bekas yang ditimbulkan dan segera kerumah sakit. Warga Surabaya sendiri diharapkan tetap waspada karena Tomcat yang ada di kawasan tersebut diperkirakan mencapai jutaan ekor.
Efek Serangan Serangga Tomcat

0 comments:

Post a Comment